Jumat, 23 September 2011

Meraup Dollar dari Bisnis Bulu Babi

Bulu babi merupakan hewan laut yang memiliki duri diseluruh tubuhnya. Hewan ini pun merupakan hama pengganggu bagi tanaman rumput laut. 

Bulu babi juga memiliki sedikit bisa sehingga apabila terinjak akan merasakan demam karena bisa dari duri bulu babi tersebut. Namun, siapa sangka di jepang telur dari bulu babi yang di jepang biasa disebut ‘uni’ sangat digemari oleh masyarakat jepang. 


Untuk satu kilogram uni di jepang harganya berkisar antara 50 sampai 500 dollar. Konsumsi akan uni dijepang sangatlah tinggi dan masyarakat jepang pun menduduki peringkat pertama pengkonsumsi produk bulu babi di dunia dengan 90% persen produk bulu babi dunia dikonsumsi oleh masyarakat jepang.
Penangkapan bulu babi yang berlebihan di jepang yang telah belangsung selama lebih dari 100 tahun ternyata berpengaruh pada populasi bulu babi di jepang. Kini mereka harus mengimpor bulu babi dari beberapa negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan bulu babi yang tinggi.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai membentang dari sabang sampai merauke dan terpanjang kedua di dunia memiliki potensi untuk menjadi produsen bulu babi terbesar di dunia. 

Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat akan potensi bulu babi menyebabkan bulu babi belum banyak dilirik untuk dikembangkan. 

Selama ini di Indonesia pasokan bulu babi hanya berasal dari pengumpulan dan penangkapan dari nelayan di alam terbuka untuk dijual pada komoditi pasar lokal dan bukan untuk pasar ekspor. Padahal potensi bulu babi untuk pasar ekspor sangatlah menjanjikan. 

Namun, dikhawatirkan tanpa adanya upaya pembudidayaan dan perburuan secara terus menerus populasi bulu babi akan berkurang. Oleh sebab itu, perlunya pengembangan budidaya bulu babi secara khusus. 

Bulu babi memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan makanan utama bulu babi berasal dari rumput laut dan juga plankton. 

Pada musim hujan komposisi makanan di laut akan meningkat sehingga bulu babi juga akan mengkonsumsi lebih banyak makanan sehingga waktu yang tepat untuk memanen bulu babi adalah akhir musim hujan karena bulu babi memasuki masa reproduksi dan menghasilkan lebih banyak telur. 

Selain itu, sebaiknya pengembangan bisnis budidaya bulu babi ini menggunakan sistem inti plasma yaitu memberdayakan nelayan sekitar untuk ikut membudidayakan bulu babi kemudian setelah panen, bulu babi tersebut dikumpulkan dari nelayan kemudian dipasarkan. 


Sistem ini bertujuan agar jumlah stok bulu babi dapat terpenuhi untuk segi permintaan tinggi sehingga diharapkan dapat menembus pasar ekspor dan sekaligus turut memberdayakan nelayan sekitar.

Seiring kebutuhan ekspor akan bulu babi yang terus meningkat dan cara budidaya yang tidak terlalu sulit maka tidak ada salahnya menjadikan bisnis bulu babi ini sebagai bisnis yang menjanjikan untuk meraup dollar.

3 komentar:

  1. Bagaimana pemasarannya?
    Apakah ada agen utk memasarkannya?
    Bagaimana dengan standar mutunya?

    email :welliam_rey@yahoo.com

    BalasHapus
  2. Mohon petunjuk untk pemasaran bulu2 babi, thanks

    BalasHapus
  3. saya perlu buku panduan untuk budi daya ?

    BalasHapus